Minggu, 17 Februari 2019

Si Jalak Dan Sang Kerbau

              Si Jalak dan Sang Kerbau
      
       Pada suatu hari Sang Kerbau kebingungan karena punggungnya terasa gatal dan Sang Kerbau bingung bagaimana cara menggaruk punggungnya itu untuk menghilangi rasa gatal yang dirasakannya. Tak lama kemudian datang Si Jalak yang bertengger di pohon yang tak jauh dari Sang Kerbau. "Hai,Jalak bisakah kau membantuku?" Ujar kerbau dengan wajah kebingungan. "Dengan senang hati,apa yang bisa kubantu,Kerbau?" Jawab Si Jalak. "Tolong,kau hilangkan rasa gatal yang ada di punggungku ini." Kata Sang Kerbau. "Ini kutu,kau telah membantuku menemukan makanan juga,baiklah akan ku makan kutu yang ada di punggungmu." Ujar Si Jalak dengan semangat. Setelah kutu yang ada di punggung Sang kerbau habis,Si Jalak dan berterima kasih lalu pergi. Begitu pula dengan Sang Kerbau,ia juga berterima kasih kepada Si Jalak,sebab Si Jalak rasa gatal yang di rasakan Sang Kerbau pun hilang. Lalu Sang Kerbau berkeliling hutan untuk mencari makan. Saat ia berkeliling hutan ternyata,Sang Kerbau bertemu dengan para pemburu hutan,Sang Kerbau langsung lari ketakutan. Untung saja Sang Kerbau tidak ketahuan dengan para pemburu hutan. Tak lama kemudian pun Sang Kerbau melihat segerombolan kaum muda yang tersesat di hutan. Sang Kerbau pun berpikiran negatif,seakan-akan kedatangan kaum muda itu akan memakan Sang Kerbau sebab kelaparan. Sang kerbau lari ketakutan.
       
       Sang Kerbau pun beristirahat sebentar di bawah pohon mangga. Ia mendengar pengumuman bahwa ada acara kenduri nanti malam yang diadakan oleh Sri Raja Rimba. Acara kenduri ini diikuti oleh semua binatang yang ada di hutan. Malam pun tiba,Sang kerbau pun langsung berangkat ke acara kenduri. Tak lama kemudian pun Sang Kerbau sampai. Di tengah acara kenduri itu datanglah dari arah kejauhan. Ternyata datanglah Umat manusia yang tengah mencari makan untuk di santapnya. Manusia itu bernama Hang Dharma dan Dang Rahayu. Hang Dharma dan Dang Rahayu ini terkenal sangat baik. Mereka sangat suka dengan hewan,jadi walaupun mereka lapar,mereka tidak akan memakan hewan yang ada di hutan itu. Dari dahulu mereka sering di sebut para hewan adalah "Yang Maha Pengasih". Karena mereka datang ke hutan terkadang membawakan makaanan untuk para hewan di hutan. Walaupun mereka manusia,hewan hutan tidak merasa takut sama sekali dengan mereka. Maka dari itu,disaat tengah acara kenduri,para hewan tidak bubar dengan sendirinya. Namun,para hewan hutan tetap melanjutkan acara kendurinya saat malam itu.

Si Jalak Dan Sang Kerbau

               Si Jalak dan Sang Kerbau               Pada suatu hari Sang Kerbau kebingungan karena punggungnya terasa gatal dan Sang K...